hampir

aku ingin menjadi suatu saat

di dalam kota yang merinding di antara getaran simbal

sebelum puan berkata: tamat

 

sudah lama aku tak merasakan sengsara membawa nikmat

terlalu sibuk bernapas di dalam lumpur dan menggombal

aku ingin menjadi suatu saat

 

sekali ini sudah tidak ada lagi hal yang keramat

semua hanya masalah kapan kawin dan kapan obral

sebelum puan berkata: tamat

 

kadang aku merasa seperti surat berantai yang salah alamat

luntang lantung bagai pelaut yang lupa asal muasal

aku ingin menjadi suatu saat

 

ingat waktu itu kau bertanya: ini semua terlalu berat?

dan jawabanku yang hanya bikin mual

sebelum puan berkata: tamat

 

ingin kukatakan: hidup ini bukan sekedar akrobat

di pinggir tebing yang terjal

aku ingin menjadi suatu saat

sebelum puan berkata: tamat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s