Sampai Kapan?

selalu
di simpang jalan itu
kamu berhenti dan membeku
menatap ke satu titik
hujan nan rintik
membuatmu tergelitik
tawamu pecah
pipimu basah
oleh bulir-bulir resah

selalu
dua langkah di belakangmu
menikmati siluetmu
dengan payung terkembang
siap membawamu pulang
di mana bumi tenang
berhenti
dan berpalinglah ke mari
ada aku di sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s