Hujan, Kabut, dan Kota yang Jauh

di jalan ini, kabut turun perlahan
seperti kata-kata yang menanti dituliskan
menyusup tiba-tiba, lalu lenyap begitu saja

di kelokan ini, gerimis jadi hujan
seperti nyanyian seorang biduan
mendayu, melengking, nyaring

sepanjang jalan ini, jarak terbentang
seperti kesepian yang terlalu dalam
menikam, menyayat-sayat

lalu kita menjelma pejalan
takut dan ragu adalah teman
namun kerlip lampu di kota yang jauh adalah tujuan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s