titiktitik..

di saat yang ini

ada saya dan keyboard

ada saya dan pena

ada saya dan secarik kertas

ada saya dan kusamnya komputer

ada saya dan nokia tahan banting

ada saya dan Lana Del Rey

ada saya dan Sore

ada saya dan tentunya rasa saya

rasa saya yang sepertinya mulai penat

penat karna saya ini sedang sendiri

sendiri yang satu ini ternyata nikmat

apalagi ditemani dengan milo hangat

tapi lama lama sepertinya bosan melanda

melanda hati yang yang semakin pekat

sepekat hari saya yang mulai kelabu

kelabu ini semakin memburu

ditambah dengan perdebatan yang menderu

menderu hati saya dan dia

dia yang saat ini menjadi haru biru

haru biru karna saya menggebu

jadilah kami yang saat ini

saat ini sedang berada di tangga teratas ego

jujur saya takut dengan ego

karena ego akan membunuh semua rasa

rasa coklat dan vanilla saya berubah seketika menjadi basi

jika tidak akan seperti apa saya

saya hanya inginkan rasa itu kembali

kembali menjadi coklat dan vanilla

bukan pahit seperti ini

jadi?

Advertisements

Takut

Aku sudah merasakan dinginnya Vostok, panasnya El Azizia
Basahnya Cherrapunji, Keringnya Atacama
Tingginya Puncak Chimborazo, Dalamnya Palung Mariana
Tapi aku belum pernah setakut ini, Ranti

Ketika semua tempat yang kulalui justru membawaku ke lawan yang paling kutakuti
Aku…

 

Batako

Pada dinding beku

Ku torehkan sihir-sihir

Penjaga dari yang liar di belantara sana

Memakan rakus ketakutanku

 

Pada dinding beku

ku hadapkan wajahku

Ku ucapkan mantra-mantra

Hanya agar merasa bahagia

 

Dinding beku bertelinga

Di sanalah aku berbisik..

 

Sebentar lagi kau ku runtuhkan

titiktitik..

semua sudah pada tempatnya

saya dan tempat saya yang ini

dan kamu pada tempatmu yang seperti itu

kita masih sama

masih yang lalu dan belum membiru

sepertinya saya salah menempatkan

menempatkan rasa bukan pada tempatnya

tempat yang satu ini membeku

tanpa aroma dan rasa

rasa saya yang membunuh

membunuh rasa  hingga melebur

leburlah jika memang sudah tidak bermakna

buat apa?

Kinyis-kinyis

Kinyis-kinyis

Aku kagum tak habis-habis

Ingin rasa sampai menangis

Huruf, kata, kalimat yang kau tulis

sungguh, terlalu sadis

 

Kinyis-kinyis

Aku sang gadis

Terbuai pada tatapmu yang puitis

Duduk di karang yang terkikis

Gerimis..

Akhirnya mulai menangis