mengingat pertemuan Billy dan Sally

sore itu,
kita bincang-bincang sederhana.
dengan rupa yang tak terduga.
sama-sama berbicara dengan nyali yang tersisa.

sore itu,
ada tembok-tembok yang bertelinga.
mendengarkan cerita yang sederhana.
diantara kaki-kaki yang enggan beranjak.

tetap di sana.
di depan mata.

tetap di situ.
jangan pergi dulu.

***

ada hari-hari dimana hujan kadang indah kadang tidak.
ada hari-hari dimana mendung kadang terlihat cerah.
ada hari-hari dimana cerah kadang menawarkan raut wajah tak bersahabat.

***

aku masih bicara tentang sore itu.
diantara titik-titik air yang enggan jatuh dari ujung payung.
seolah mau mengintip dua rupa yang salah tingkah.
rupa yang malu-malu merona merah.
di tengah empat kaki yang sama-sama enggan beranjak.

***

mereka-reka lagi kejadian yang tersisa.
memori dibalik tenaga yang sudah dua-puluh-tiga-tahun berdaya.
senyum mengembang diantara pori-pori menganga.
🙂 begitu katanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s