Iman

seketika tanpa suara, kosong dan gelap

hanya hembusan angin yang menerpa lapisan terluar kulit ini

aku kalah, bukan cuma aku, kamu pun kalah

membungkam mulut yang tadinya lantang melontarkan berjuta argumen

mencari alasan-alasan tak masuk akal yang bahkan tak kita yakini

katamu, surga itu hanya milikmu

kataku, aku lah jalan kebenaran

sungguh, ini sia-sia

kita bodoh, kita tak berani

kita tak sanggup terpisah

tapi kita hanya manusia, yang seringnya lebih peduli pada apa kata manusia daripada khusyuk berdoa pada-Nya

karna syahadat kita berbeda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s