Kota di Bawah Laut

Di dalam gemuruh ombak laut

Menampik terik surya yang mengajak bercengkrama

Di dasar buih-buih udara yang terlepas ke permukaan

‘Kutemukan kota

di dasar laut

 

Biru, ungu, hijau

Membaur hening namun menderai kecamuk kencana jiwa

Aku terhempas

Ke depan dan ke belakang

Ke kiri dan ke kanan

Namun statis

 

‘Kuperhatikan kota itu

Indah, namun tenggelam

Asri, namun sepi

 

Ada pula kota yang modern

Segalanya serba hi-tech

Namun, mati

Kehabisan listrik

Segenap populasinya sudah habis

Dimakan era

 

Ada lagi kota yang bising

Ramai manusia serakah

Banyak bangunan

Namun, tak kokoh

Rancangan gedung-gedungnya antik

Namun, angker

Tak ada yang menempati

 

Yang terakhir sebuah desa

Penduduknya sedikit

Kelaparan, namun tersenyum

Kekurangan, namun tertawa

 

Di situ aku paham

Pahami kebutuhanmu, maka kamu akan bahagia

Meski orang di sekitarmu menilai kamu sebaliknya

Namun bahagialah mereka yang hidup sepantasnya

 

Astungkara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s