seusai pesta

kita pulang mengurai konde lalu menyapu rambutku yang bergumpal-gumpal. kini suamiku bisa tidur bersebelahan denganku. di pagi hari kita makan sisa makanan katering semalam di ruang tamu tanpa meja. ibu tidak berhenti berkicau tentang pesta dan kawan2nya yang penuh pujian. citra begitu penting untuk menjaga relasi. cincinku berkilau merah muda, ia mengganjal jari-jariku di tempat yang janggal. sebentar lagi aku akan merasa telanjang tanpanya. sebentar lagi ibu akan terlalu sibuk untuk menunggu kami pulang ke rumahnya. sebentar lagi ayah juga punya agenda sendiri bertemu teman-teman lama di citos atau cipete raya. teman-temannya sebelum bertemu ibu. dan di ruang makan tanpa meja makan itu, aku merasa semua kenangan akan digerus waktu dan yang tersisa di kepala hanya kabut abu-abu dan sedikit sensasi aneh yang tidak kita pahami lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s