Ya begitulah

Berbalut kaos usang dengan sablonan wajah Thom Yorke, aku menunggu tersadar

Menikmati menit demi menitnya, ketenggelaman ini membuatku lega

Dengan rambut berbau asap rokok dan poniku yang sudah lepek sejak siang tadi

Aku berandai,

 

Sampai kapan?

 

Toh aku akan belajar dari kesalahanku, jika memang salah

Karena sejauh ini ‘kulihat aku tumbuh menjadi pengecut saja

Hanya berani bodoh saat tak sadar

 

Lalu hening saat ‘kupandangi lalu lintas Jakarta yang padat warna

Dari lantai 9 gedung ini

‘Kuayunkan tanganku dan memasukkan warna-warni dan hingar bingar kota ini hingga mengalir

Menyisip di sela-sela jemariku yang tidak terlalu panjang dan lentik

 

Sejenak Jakarta ada di dalam genggamanku

 

Atau demikian khayalku saat itu

Membawaku melihat kota ini dari sudut pandang penembak jarak jauh

Namun, tidak ‘kubawa serta senapanku, karena memang tak punya

Tapi tak jadi masalah

 

Karena di sini memang tidak akan ada yang abadi

Kecuali ketertarikanku menulis walau tak mahir dalam membuat judul

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s