titiktitik..

abu abu itu abstrak
Tak teraba dan terasa

Abu abu itu kelam
Merasuk hingga membusuk

Abu abu itu ketidakjelasan
Mengantarkan pada ragu

Abu abu itu kelabu
Menjamah kalbu yang membiru

Abu abu itu pilu
Memamah segala risau

Abu abu itu ketidakpastian
Kerap Mengharap pada kelak

Abu abu itu lekang
Melekat hingga sekarat

Abu abu itu membunuh
Menusuk menjadi lara

Abu abu itu penyakit
Menyengat sampai lekat

Namun jelasnya,
Abu abu hanyalah warna
Yang bisa menjadi putih
Bisa juga menuju hitam

Kisah saya?
Mengarah kepada hitam?
Ataukah putih?

Pray To Hades

Bertahan.

Karena pada akhirnya
akan ada satu hari dimana
akan ku luruhkan antero rindu yang menggeliat membuat badan ngilu
Ketika aku lelah
Berlari. Berjalan. Diam. Lalu mati

Menatap ke depan yang tak lagi jelas
tertutup embun yang menyelimuti mata Memudarkan celoteh ringan tentang masa depan yang perlahan maya

Then,
Hades, would you take me to your realm?

#thecase

Pertanyaan Kedaluwarsa

Kelak
Kita akan tau siapa yang mencinta dan dicinta

Pun kini diamdiam samasama telah tau
Seberapa besar porsi rasa itu masingmasing
Yang menjadi alasan
Mengapa airmata terus mengalir sembunyisembunyi
Hingga mengering dengan sendirinya

Membuat raga terasa diiris dan nyaris habis

Lalu dimana semua akan berlabuh?

Tak akan, atau hanya masalah waktu?

Lalu suatu hari,
Kita akan pergi dengan alasan yang sama:
Tak tau untuk apa tali yang telah kita sambung masa lalu

Lekas Pada Waktunya

Secepatnya
Kamu akan terbiasa lelap tanpa memeluk
Pun
Aku akan terbiasa lelap tanpa dipeluk

Lekas
Kembali kita akan terbiasa dengan kesendirian
Menata rasa masingmasing
Berkonsolidasi dengan sepi

Kamu sudah
Aku yang belum
Dan tidak akan sudah
Sepertinya

#thecase

Peziarah

Adakah aku terperangkap?

Adakah aku tersesat?

Ini malam-malam ku yang tanpa sadar

 

Adakah aku terjerembab?

Adakah aku sadar, ada tuhan di perang-perang itu?

Sungguh aku tanpa tauladan

Dan inilah kitab ketakutan

 

Lekas kubur!

Aku

Aku nggak pernah tau hidup itu apa
Aku hanya bisa diam terpana
Tanpa aku harus tau berbuat apa
Semua bisa terjadi hanya dengan sekejap mata
Mungkin aku yang terlalu lelah untuk menghadapi
Atau aku yang terlalu takut untuk tetap bisa bertahan berdiri
Mereka silih berganti datang memberi rasa iri
Tanpa tau rasanya hati ini
Aku lelah dipandang sebelah mata
Aku lelah tidak di anggap apa-apa
Aku akan merubah segalanya
Walaupun aku tau itu tidak semudah mengedipkan kedua mata

gumam

menganalisa tanpa teori

kesimpulan yang merupakan persepsi individualistis

menstereotipkan orang yang tak menerima idealismemu

memandang sebelah mata tanpa terjun langsung ke dalam suatu situasi

menghakimi

dikahimi

mengumpat

ditusuk dari belakang

hingga kamu sakit

murka

hancur

 

kamu memang hanya manusia

namun, semua hal itu hanyalah satu dari sekian banyak emosi

 

love yourself today

you’re the only one who knows how to do it best

salah tempat

wangi mentega

terbakar di tengah malam

pulang kantor lebih awal

memikirkan apakah aku

pernah menyelamatkan diriku sendiri

atau tidak

 

kakiku menghilang

sesuatu menelannya

overly fed bodies

adalah sampah-sampah

dan sampah artinya

over consumption

dan salah tempat

 

tubuh ini butuh relokasi

aku harus memindahkannya sendiri

Lupa

Masih muda, masih lantang, masih tegap

Dia bersuara untuk siapa saja yang dia pun tak kenal

Dia berani mati

Dia tak peduli rambutnya berantakan, bajunya tak lagi licin, keringat mengaliri lekuk tubuhnya, aroma parfumnya berganti bau asap kendaraan, wajahnya tak lagi tampan tertutupi debu

Dia menahan lapar dan haus

Kala itu dia tak peduli apapun

Dia bilang IDEALISME, NASIONALISME

Tapi itu dulu

Lalu dia lupa

Entah lupa atau takut untuk mengingat

Rambutnya tak hitam lagi, jalannya perlahan, badannya membungkuk, membisu yang tak bisu

Tak ada lagi sisa-sisa debu atau bau keringat dan asap

Dia “bersih”

Bukan lagi rakyat tapi sanak saudara, kerabat

Entah dia lupa atau takut mengingat idealisme, nasionalisme