Lupa

Masih muda, masih lantang, masih tegap

Dia bersuara untuk siapa saja yang dia pun tak kenal

Dia berani mati

Dia tak peduli rambutnya berantakan, bajunya tak lagi licin, keringat mengaliri lekuk tubuhnya, aroma parfumnya berganti bau asap kendaraan, wajahnya tak lagi tampan tertutupi debu

Dia menahan lapar dan haus

Kala itu dia tak peduli apapun

Dia bilang IDEALISME, NASIONALISME

Tapi itu dulu

Lalu dia lupa

Entah lupa atau takut untuk mengingat

Rambutnya tak hitam lagi, jalannya perlahan, badannya membungkuk, membisu yang tak bisu

Tak ada lagi sisa-sisa debu atau bau keringat dan asap

Dia “bersih”

Bukan lagi rakyat tapi sanak saudara, kerabat

Entah dia lupa atau takut mengingat idealisme, nasionalisme

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s