rock rock

tak ada tempat untuk kegagalan
aeschylus pun namanya terkenang sepanjang masa

Advertisements

Diam

Ketika aku berjalan, aku tidak sengaja bertemu dengan hujan
Aku menepi diam dengan pandangan kosong
‘aku mau belajar dari hujan, yang sering datang disaat tak diinginkan, tapi sebenernya dibutuhkan. Tetap setia membasahi bumi, meski di maki – maki’

Lelah

Lelah, iya lelah raga ini menghadapi fiksi
Setiap hari di sajikan agitasi
Berfikir kritis berharap bisa teratasi
Lelah, membuat siapapun menjadi frustasi

Lelah bersekutu dengan imajinasi
Selalu merasa bahwa hidup abadi
Lelah merunduk menghindari agitasi
Jiwa pemberontak yang akan menghiasi

Lelah, tak pernah tersirat jika yang ada hanya pemberontakan
Yang ada hanya senyuman atau tangisan
Senyuman membawa petaka dan tangisan membawa duka
Cukup adil buat ‘mereka’

Lalu, dimanakah letak keadilan ?
Jawabannya ada di dalam hati

Krisis Pagi

Berhadapan dengan matahari membuat aku takut untuk berlari
Berfikir semua akan ikut untuk mencampuri
Setelah mentari pergi semuanya pun menunggu pagi
Hanya aku yang tidak ingin berhadapan dengan matahari

Jangan tanya kenapa, karena semua bukan apa apa
Aku hanya seorang anak manusia, yang berusaha memperbaiki segalanya
Bukan harta, tapi bahagia

Bermimpi tidak pernah salah
Berimajinasi bukan masalah
Hanya tetap menjaga langkah
Karena semua anugerah

Berhalusinasi menatap dingin
Ingin terbang mengikuti angin
Aku yakin tidak ada yang tidak mungkin
Karena kita semua mempunyai ingin

titiktitik..

terengah menengadah, tersipu pada takdir diri

mengharap penuh dengan sungguh,

siapa sangka?

bila ternyata jalan mengarah kepada duka

merambah ke segala arah buat hati menyerah

pasrah melangkah itu kalah,

namun jika melaju tetap saja mengharu memburu hingga membiru

      jengah dengan rupa dan laku sendiri

     yang pada dasarnya bermula pada hati

     entah sekarang atau nanti

     diri menjadi histeris dan miris semakin kritis

mengarahkan hati pada baik lalu membidik

pada akhirnya hanya sakit yang terusik

mungkin hanya ilusi yang menjadi fiksi

mengubah solusi menjadi kritisi

     semakin menjadi ketika hati lupa diri

     diri saya tepatnya, bukan kamu atau kalian

     berjumpa pada janji yang berpaling pada imaji

     lalu kemana kamu hati?

     jawabnya kembali pada diri

aku takut pesta ini usai

jangan hentikan musik, jangan kosongkan cawan anggurmu,

jangan biarkan orang-orang pergi pulang, jangan pula matikan lampu,

aku tak ingin termangu menanti bola disko bersinar lagi

sementara sapu-sapu bersihkan bulu-bulu lagu kota setengah techno

udara subuh adalah tobat yang pecah berantakan bersama beling-beling You C 1000

aku sekarang mau bubur ayam delivery