titiktitik..

terengah menengadah, tersipu pada takdir diri

mengharap penuh dengan sungguh,

siapa sangka?

bila ternyata jalan mengarah kepada duka

merambah ke segala arah buat hati menyerah

pasrah melangkah itu kalah,

namun jika melaju tetap saja mengharu memburu hingga membiru

      jengah dengan rupa dan laku sendiri

     yang pada dasarnya bermula pada hati

     entah sekarang atau nanti

     diri menjadi histeris dan miris semakin kritis

mengarahkan hati pada baik lalu membidik

pada akhirnya hanya sakit yang terusik

mungkin hanya ilusi yang menjadi fiksi

mengubah solusi menjadi kritisi

     semakin menjadi ketika hati lupa diri

     diri saya tepatnya, bukan kamu atau kalian

     berjumpa pada janji yang berpaling pada imaji

     lalu kemana kamu hati?

     jawabnya kembali pada diri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s