Lelah

Lelah, iya lelah raga ini menghadapi fiksi
Setiap hari di sajikan agitasi
Berfikir kritis berharap bisa teratasi
Lelah, membuat siapapun menjadi frustasi

Lelah bersekutu dengan imajinasi
Selalu merasa bahwa hidup abadi
Lelah merunduk menghindari agitasi
Jiwa pemberontak yang akan menghiasi

Lelah, tak pernah tersirat jika yang ada hanya pemberontakan
Yang ada hanya senyuman atau tangisan
Senyuman membawa petaka dan tangisan membawa duka
Cukup adil buat ‘mereka’

Lalu, dimanakah letak keadilan ?
Jawabannya ada di dalam hati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s