Urat Jakarta

bus mengucur deras
lama tertahan urat Jakarta
tak ada waktu yang tepat untuk mengucapkan selamat tinggal
tidak juga untuk kota ini…

ada kisah gelisah tentang cari uang yang susah
setiap pagi adalah waktu untuk berspekulasi

sebenarnya aku ingin membiarkan celanaku terbuka
ketika keluar dari toilet umum
selepas kencing

obrolan tentang orang yang bisa bicara sama Tuhan
ada pegangan menggantung di malam

Ketakutan Terbesar

Ada berapa ratus puluh juta kosa kata di kamus bahasa Indonesia ?
Siapa sangka ?
Kalau kita akan berkata sama ?

Bukan karena keinginan, tapi keharusan.

Salah siapa kita terlahir sebagai laki-laki ?
Salah siapa kita terlahir sebagai perempuan ?
Salah siapa kita terlahir jelek ?
Salah siapa kita terlahir miskin ?

Semua itu nggak perlu ditakutin, karena harga diri lebih penting daripada harta diri.

Tapi, aku salut sama perempuan, karena jarang dari perempuan yang takut akan hal itu.
Karena kebanyakan perempuan itu, ketakutan terbesarnya adalah gemuk.

amerikiyin beauty yok kita smile ya keleusss

there’s life inside things, ricky fitts berkata dengan alis dan matanya yang cancel each others out sambil melihat kantong plastik menari di udara. gambar di layar meredam gelisah. gambar yang mati. gelisah pada yang hidup. suara televisi menyesakkan siang yang lengket.

hey- ken-apa kamu- ka-lau nonton dang-dut su-kanya bilang- “buka dikit JOS!” (repeat 1000x)

mungkin ada kehidupan juga dalam hantu-hantu siang bolong. andaikan otakmu punya tombol yang bisa dinyalakan dengan remot, akan lebih mudah buat kita semua.

Gelap

Malem ini terasa seperti malem yang seharusnya.
Pulang ke rumah atau kost dan bergegas mengunci pintu. Ganti pakaian, cuci muka cuci kaki tangan, gosok gigi lalu keatas ranjang. Main hp, stalking, dan update status sudah jadi kebiasaan.
Tapi ada yang berbeda malem ini, ternyata listrik padam.

Seperti biasa, membakar rokok menjadi hal yang monoton.
Tapi, dia bisa menjadi temen dalam keadaan apapun. Salut.
Kemudian, tetep saja habis termakan waktu. Tetep saja butuh biaya agar tetep bisa tersentuh.

Lalu, apa yang tak lekang oleh waktu ?

Masalahnya bukan itu, tapi apa yang ada disaat gelap ? Bayanganpun hilang ditelan kegelapan.

Klise

Seperti matahari yang selalu terbit di pagi hari
Tapi tidak selalu bersinar
Seperti bulan yang selalu setia menggantikan matahari
Tapi tidak selalu menerangi.

Kelak
Kita akan samasama tau seberapa besar porsi rasa  itu
Mengapa kita hanya saling diam dan memperhatikan dalam diam ?

Membiarkan air mata jatuh sembunyi sembunyi dan mengering dengan sendirinya

Lalu, kemana kita akan berlabuh ?

Suatu hari, kita pergi saling meninggalkan dengan alasan yang sama.

Puzzle Of Credence

Maaf, sedang sibuk.

Sibuk menyusun kepingan puzzle
Yang sempat jatuh dari atas meja
Berserakan di karpet hitam
Bahkan ada kepingan yang hilang
Entah masuk ke kolong kulkas
Tenggelam ke wadah bocoran plafon
Atau terselip di lipatan sofa

Yang jelas,
Akan lama bisa mengeringkan kepingannya dari basah
Akan lama bisa menemukan kepingan yang hilang
Akan lama bisa tersusun utuh kembali

Namun harus tetap usaha
Katanya, CINTA.

Jadi maaf,
Sedang sibuk

Tak lagi sama

Seratus tujuh puluh tiga poin indikator kebahagiaan pegawai disurvei kuantitatifmu. (lolipopsuper)

Kemana malam yang selalu memberi kedamaian ?
Mengapa tak pernah lagi ku rasakan ? Hilang ?
4 piring tertata rapi di meja makan, tidak lupa sendok garpu dan hidangan, terdengar celoteh yang bersaut – sautan. Tak pikir panjang aku menghabiskan makanan. Seperti biasa, menutup telinga menjadi pilihan, bukan angkuh atau acuh, tapi bosan !
Sebenernya, banyak pilihan yang aku lewatkan, tapi apa daya, krisis kepercayaan membuat kebosanan.
Mungkin aku akan tersadar ketika semua itu sudah tiada, mungkin aku akan tersadar ketika semua itu tinggal cerita.
Menyesal ? Itu tak bisa di pungkiri !
Kekuatan mental sedang teruji.
Sekarang hanya ada dua pilihan, maju dengan segala sesuatu yang kita tidak pernah tau, baik atau buruk.
Mundur, menyerah dengan sejuta kemungkinan yang tak akan pernah terulang.

Lalu, aku yang mana ?
Jawabannya kembali pada hati.