mantengin layar

16 dari 24 jam hari ini kuhabiskan maraton memandangi layar. layar laptop, layar handphone, kembali ke laptop, kembali ke handphone, pindah ke layar TV sejenak (untuk mengintip apakah episode FTV SCTV kali ini menarik), makan, mandi, gegoleran, kembali ke layar laptop bergantian dengan layar handphone sambil mengintip layar TV, lalu kembali ke laptop sambil gegoleran mencari torrent episode terkini reality show(s) kesukaan supaya bisa disedot gan saat kutinggal tidur nanti.

kemarin begini, besok begini, lusa ya mbuh.

bisa stroke lama-lama.

habis… apalagi yang bisa dilakukan seorang pengangguran #kelasmenengahngehek dengan nominal di rekening yang tipis tiris tengkurep nyaris menembus titik keseimbangan angka nol. cuma bisa taktis dan strategis. setengah kubelikan pulsa internet yang puji tuhan alhamdulillah lagi gak ngocol bulan ini supaya aku tetap punya ilusi dunia ini baik-baik saja, semuanya baik-baik saja. setengah lagi kupirit-pirit yang nanti akan kupakai seiprit-seiprit untuk menunaikan ibadah pergaulan anak jakarta. oh, beratnya #bebanpencitraan!

bah! aku tak tahu siapa yang lebih ngehek. aku. atau kota busuk ini.

sebentar. aku makan dulu indomie telor rebusku. saat ini cukup rasanya jika hanya perutku yang bahagia.

Advertisements

ya sudahlah

mungkin tak usah kuselesaikan saja tulisanku. walau kepalaku rasanya berasap mengepul-ngepul seperti mulut yang berbusa-busa mencoba menjelaskan hal-hal kepadamu. lagi pula aku sendiri sepertinya tak mampu merangkai terlalu banyak teori yang kukumpulkan dari buku-buku yang kubaca serta analisis ala kedai kopi dari malam-malam panjang yang tak berkesudahan.

tapi aku ingin kamu mengerti. kadang-kadang. walaupun selebihnya aku lebih ingin membatin, “ya sudahlah, kamu memang tak akan mampu untuk mengerti. apalagi memahami.” tapi aku tetap ingin. kadang-kadang.

aku takut mati depresi terlalu dini

aku takut mati depresi terlalu dini

karena setiap hari ketemu kamu yang ter/selalu happy dan bubbly

bicara (selalu) sampah sana-sini

ketawa-ketiwi tanpa arti

lalalala lililili

 

aku takut mati depresi terlalu dini

karena setiap saat ketemu kamu yang baik hati tapi tak punya “hati”

lebih baik hidup dalam ilusi daripada merasakan patah hati

karena toh semuanya akan baik-baik saja…. pasti!

‘kan The Secret sudah janji

 

aku takut mati depresi terlalu dini

harus (pura-pura) ketawa-ketiwi di depanmu karena kita ‘kan sedang happy-happy

padahal otakku lagi mati suri

gara-gara disuguhi lalalala lililili

keracunan omonganmu yang putarputarputarputarputarputar itu lagi-itu lagi-itu lagi hati lagi-hati lagi-hati-lagi

 

 

aku takut mati depresi terlalu dini

 

karena hidupku pun, lebih dari kamu, mungkin sudah terlalu basi