tukat pudih

aku takut hidup susah*

 

nggak bisa ngirim anakku sekolah ke eton harrow kings postdoc di sorbonne

nggak bisa beliin dia semua app lorax yang ada di semesta ini

nggak bisa ngajak istriku bulan madu ke cunnamulla naik dodge grand caravan

nggak bisa beli jins satudio daruchizan champloo double volante oki-5157108116606342001 dari rakuten lagi

nggak bisa tamasya ke komodo naik kapal kayu jack sparrow

nggak bisa beli apartemen 1 park residence ukuran studio 54

nggak bisa bikin party sweet seventeen buat anakku di gedung arsip nasional dengan tema kapiten cina dan budak2 tante sophie

nggak bisa makan2 cantik di waytuki komalas trio rendezvous hadramout kramat tondongta marpadot echigoya

nggak bisa beli sepatu bot moto pecos dengan customized rubber soles boleh proxy dari bandanna almanac

nggak bisa beliin istriku dompet tusting x marimekko dengan bahan kulit aztec crazyhorse shell cordovan shinki muthafukka

 

tapi ya aku takut aja

sehari2nya sih aku masih asik2 naik taksi tarif sidratul muntaha ke seluruh penjuru zakarta

 

 

*frase “takut hidup susah” ini aku modif dari ucapan edo wallad dalam sebuah percakapan di fb messenger. all credit to him. terimakasih edo.

Advertisements

mal! dor! rawr!

apakah lautreamont merasa takut

waktu angsa yang ia telan, berubah jadi naga berkusta di perutnya yang tambun?

 

apakah rimbaud merasa takut

waktu sepatu larsnya pecah berkeping-keping menjadi batu-batu candi di dataran magelang?

 

apakah pram merasa takut

waktu membabat semak-semak buru yang menyembunyikan ular dan kekuasaan?

 

apakah wiji thukul merasa takut

waktu ia berusaha diam seribu bahasa di sebuah kamar kosan di karawaci sementara kepalanya penuh dengan puisi yang lantang?

 

apakah chairil merasa takut

waktu meminjam sepeda batavus untuk membonceng tuti yang berdada semoxxx ke kedai es krim artic?

 

apakah toeti heraty merasa takut

waktu check-in bersama new york cab driver yang membawanya ke sebuah motel yang kamar mandinya tak berpintu?

 

apakah puisi takut

waktu aku meminjam kisah-kisah orang yang tak kukenal untuk mengelabui diriku sendiri?

hampir

aku ingin menjadi suatu saat

di dalam kota yang merinding di antara getaran simbal

sebelum puan berkata: tamat

 

sudah lama aku tak merasakan sengsara membawa nikmat

terlalu sibuk bernapas di dalam lumpur dan menggombal

aku ingin menjadi suatu saat

 

sekali ini sudah tidak ada lagi hal yang keramat

semua hanya masalah kapan kawin dan kapan obral

sebelum puan berkata: tamat

 

kadang aku merasa seperti surat berantai yang salah alamat

luntang lantung bagai pelaut yang lupa asal muasal

aku ingin menjadi suatu saat

 

ingat waktu itu kau bertanya: ini semua terlalu berat?

dan jawabanku yang hanya bikin mual

sebelum puan berkata: tamat

 

ingin kukatakan: hidup ini bukan sekedar akrobat

di pinggir tebing yang terjal

aku ingin menjadi suatu saat

sebelum puan berkata: tamat

gam

I was able to be kind to her once I’d decided to leave her

Sebuah easel yang kusembunyikan di balik kenangan

Sebuah lukisan stijl life yang robek-robek sebagian

Contrary to popular belief, memory is not virtual or immaterial

Seperti pasir yang membentuk jejakmu, di Lhok Nga

Tidur Dalam Taksi

Memejamkan dahi yang berdenyut-denyut seperti ubur-ubur Miyazaki

Memindahkan bintang-bintang dari dalam tas yang kupeluk erat-erat ke langit yang buram

Merasakan sepoi AC yang membelai ujung hidungku

Bersin

Yang menjatuhkan bintang-bintangku kembali ke dadaku yang hitam

there is a numbskull

membunuh seorang idol bukan hal yang gampang

apalagi jika ia seseorang yang pernah mengiris semangka tipis-tipis di perutmu

tapi tidak, kamu bahkan tidak meluangkan waktu untuk membacaku dengan bahasaku sendiri

semesta dan batu harus kau remas menjadi instalasi cahaya

aku dan pikiran-pikiran kerdilku harus kau mobilisasi menjadi malna

tapi who cares about mobilisasi kata-kata if you can’t even do a tolstoy

kamu tidak akan pernah menggebrakkan kakimu di depan pintu karena dunia menolak untuk bermoral

di antara terung, dendeng, dan ikan sepat

aku menelusuri punggungmu yang penuh kerang

aku menelusuri kehidupanmu yang mabuk supernova

aku menelusuri jari-jari kakimu yang membawa aroma wanita-wanita yang dilumpuhkan

aku bukan dugong yang terdampar di karang porto-pollo

aku tidak mau lagi memandangi gundulmu dengan melongo

selamat jalan, tuhanku dalam latihan