Peziarah

Adakah aku terperangkap?

Adakah aku tersesat?

Ini malam-malam ku yang tanpa sadar

 

Adakah aku terjerembab?

Adakah aku sadar, ada tuhan di perang-perang itu?

Sungguh aku tanpa tauladan

Dan inilah kitab ketakutan

 

Lekas kubur!

Advertisements

Selalu separuh

Wajah-wajah terdekatmu adalah manusia-manusia separuh yang paling kau takuti

Ketakutanmu berjalan bersamaan dengan kemarahanmu terhadap manusia-manusia separuh itu

Kebertubuhanmu yang utuh perlahan terkikis..

Engkau muak, engkau yang utuh kenapa harus terhimpit dengan yang separuh

Para manusia separuh itu pun tak bisa saling melengkapi, paling tidak separuh dan separuh akan menjadi utuh

Begitu saja pun mereka tak paham

 

Hei..ada satu separuh berjalan pincang ke arah mu

Stop.

 

Si separuh yang sadar kemudian menuliskan mimpinya, untuk menjadi utuh dan bebas…entah bebas dari apa? Dari siapa?

Lalu, pecah lagi dari separuh.

 

Separuh itu tertulis,

Aku hanya perlu hati yang luas

 

 

Malam 1000 Bulan

Tuhan yang tidak pernah (tidak) ada

Tuhan yang disebut sebut di semua lidah

 

Hidup itu baiknya bagaimana?

Hidup itu buruknya bagaimana?

Baik buruk hidup, lalu mati

 

Ah, apa sih!

 

Sayup-sayup aku dengar suara adzan?

Apakah itu menjadi jawaban?

Percaya saja, tapi jangan terlalu percaya

 

Aku limbung, disambut linglung

Mau kemana aku? mau kemana kita?

Aku hanya berhenti sejenak

Lalu harus jalan lagi

Batako

Pada dinding beku

Ku torehkan sihir-sihir

Penjaga dari yang liar di belantara sana

Memakan rakus ketakutanku

 

Pada dinding beku

ku hadapkan wajahku

Ku ucapkan mantra-mantra

Hanya agar merasa bahagia

 

Dinding beku bertelinga

Di sanalah aku berbisik..

 

Sebentar lagi kau ku runtuhkan

Kinyis-kinyis

Kinyis-kinyis

Aku kagum tak habis-habis

Ingin rasa sampai menangis

Huruf, kata, kalimat yang kau tulis

sungguh, terlalu sadis

 

Kinyis-kinyis

Aku sang gadis

Terbuai pada tatapmu yang puitis

Duduk di karang yang terkikis

Gerimis..

Akhirnya mulai menangis

Angka

Asih, sejak 17 Juni juga 17 Ramadhan, aku hidup diliputi perayaan akan angka-angka

Angka yang ku sambut suka cita, namun terkadang mencemooh

Angka yang mencoba mendominasi

 

Kini..

Aku tak mau lagi tunduk pada angka

Aku tahu ia senantiasa bertambah

Tapi bukan berarti menguasai

Karena aku berada di atasnya

 

Angka-angka terurai, juga jadi pengingat

Ruang dan waktu yang tak pernah bisa ku genggam pasti

 

Detik detik aku kembali ke rahim bumi

Mungkin angka-angka tetap tak bisa..

Pecahkan teka teki penciptaan

 

Jadi siapa takut pada angka?

 

Bikram

Berdebar mau mati

Bernafas dengan teramat berat

Memohon belas kasih pada jarum jarum di dinding

Seakan meregang nyawa

Tapi belum saatnya mati..tidak di sini

Cucuran air mata belum berarti mengakhiri

Dia yang tak memiliki simpati

Akhirnya berkata…

Namaste.

Ssst…

Ada satu yang tak pernah bisa ku tuliskan

Tentang Tuhan

Kau dan kau ramai-ramai membunuh-Nya

Ssst…

Aku diam-diam tahu kalau Ia tak pernah benar-benar mati

Ia kemudian tahu, kalau aku tahu

Aku lalu menjalin hubungan gelap dengan Tuhan

Ada ketakutan kalau kau dan kau akan kembali membunuh-Nya

Atau ketakutanku inilah pembangkit-Nya?

American Dreams

Semalam aku bermimpi

Agaknya mengerikan

 

Aku berada di dalam aquarium yang mendung

Airnya tak jernih, rumput laut mati, mutant plankton

Aku sesak di dalamnya

 

Ku lihat kau dari kejauhan

Tersenyum, tapi…

Burungmu hilang

 

I guess, this is what they called the American dreams