titiktitik..

terengah menengadah, tersipu pada takdir diri

mengharap penuh dengan sungguh,

siapa sangka?

bila ternyata jalan mengarah kepada duka

merambah ke segala arah buat hati menyerah

pasrah melangkah itu kalah,

namun jika melaju tetap saja mengharu memburu hingga membiru

      jengah dengan rupa dan laku sendiri

     yang pada dasarnya bermula pada hati

     entah sekarang atau nanti

     diri menjadi histeris dan miris semakin kritis

mengarahkan hati pada baik lalu membidik

pada akhirnya hanya sakit yang terusik

mungkin hanya ilusi yang menjadi fiksi

mengubah solusi menjadi kritisi

     semakin menjadi ketika hati lupa diri

     diri saya tepatnya, bukan kamu atau kalian

     berjumpa pada janji yang berpaling pada imaji

     lalu kemana kamu hati?

     jawabnya kembali pada diri

Advertisements

titiktitik..

abu abu itu abstrak
Tak teraba dan terasa

Abu abu itu kelam
Merasuk hingga membusuk

Abu abu itu ketidakjelasan
Mengantarkan pada ragu

Abu abu itu kelabu
Menjamah kalbu yang membiru

Abu abu itu pilu
Memamah segala risau

Abu abu itu ketidakpastian
Kerap Mengharap pada kelak

Abu abu itu lekang
Melekat hingga sekarat

Abu abu itu membunuh
Menusuk menjadi lara

Abu abu itu penyakit
Menyengat sampai lekat

Namun jelasnya,
Abu abu hanyalah warna
Yang bisa menjadi putih
Bisa juga menuju hitam

Kisah saya?
Mengarah kepada hitam?
Ataukah putih?

titiktitik..

beberapa malam ini hati saya menjelma menjadi sendu

kerap membuat rasa semakin menggebu

kelu hadir, lalu berubah menjadi menderu

lalu ?

apa ini rindu ?

yang pasti, hati dan rasa yang saya punya ini seketika menjadi kelabu

entah apa yang terfikir, semuanya menjadi satu

dan terciptalah sudah

hasil dari hati yang mempengaruhi rasa

pada ahirnya terjatuhlah

sudah.

 

titiktitik..

siapa tanya?
Tanya saya pada kelak
Kelak itu waktu,
Waktu saya dikemudian hari

Beginikah?
Begitukah?
Atau bagaimanakah?

Kelak merupakan bagian dari takdir yang bisa kita ubah namun sudah semestinya.
Bisa saja berkehendak bila mencoba, namun nyatanya tiap kali tersadar takdir mendahului nalar yang ada.
Belum lagi kelak itu seperti telur.
Tanpa kita tahu berbau atau tidak.
Sama halnya kelak
Menuju kebaikan ataukah ketidakbruntungan
Tanpa bisa direka
Hanya bisa menuntun
Saya mencoba menuntun kelak menuju baik, namun apa daya bila merah slalu saja mengusik.
Lalu manusia itu apa
Berusaha melerai namun faktanya itu lagi lagi bagian dari takdir.
Bisa apa?

titiktitik..

Saya dan terkadang

Terkadang  saya begini  dan begitu

Saya ini manusia terkadang

Tanggung dan sedikit membingungkan

Terkadang saya membiru

Terkadang saya memerah

Terkadang itu  waktu yang tidak pasti

Saya bisa menjadi itu dan ini

Terkadang saya takut untuk menatap kedepan

Terkadang saya terlalu yakin akan masa depan

Jadi mana yang saya yakini?

Takut ataukan berani?

Saya mencoba membuat hati saya sekeras batu

Handal dan tidak mudah terkikis air,

Walau pada akhirnya hati saya bisa terkikis oleh rasa yang kuat

Namun nyatanya kekuatan tidak selamanya kekal

Berjalan berhenti beristirat lalu kembali berjalan dan ,

Ada pada saatnya berhenti dipemberhentian yang terahir

Yang samapi saat ini saya tidak menemukan arah yang tepat

Apa ada peta hidup yang terlihat?

Jika iya, boleh saya tau dan mencobanya?

Mustahil memang ,

Namun peta Sang Pencipta tidak bisa diubah dengan semau kita

Jadi saya hanya bisa ,

Sekali lagi hanya

titiktitik..

nanti itu waktu

kala pun satu bagian dari waktu

ketika juga menjadi macam dari waktu

waktu itu saklek

tanpa bisa dinego dengan rasa

tanpa bisa ditukar dengan bahagia

tanpa bisa mengerti sesak yang dirasa

dan waktu itu ternyata lalu

lalu saya dengan ini itu

ini dan itu sayapun memburu

memburu waktu yang tak tentu

dan waktu itu juga ternyata nanti

bagaimana?

dan

jika saja..

 

titiktitik..

di saat yang ini

ada saya dan keyboard

ada saya dan pena

ada saya dan secarik kertas

ada saya dan kusamnya komputer

ada saya dan nokia tahan banting

ada saya dan Lana Del Rey

ada saya dan Sore

ada saya dan tentunya rasa saya

rasa saya yang sepertinya mulai penat

penat karna saya ini sedang sendiri

sendiri yang satu ini ternyata nikmat

apalagi ditemani dengan milo hangat

tapi lama lama sepertinya bosan melanda

melanda hati yang yang semakin pekat

sepekat hari saya yang mulai kelabu

kelabu ini semakin memburu

ditambah dengan perdebatan yang menderu

menderu hati saya dan dia

dia yang saat ini menjadi haru biru

haru biru karna saya menggebu

jadilah kami yang saat ini

saat ini sedang berada di tangga teratas ego

jujur saya takut dengan ego

karena ego akan membunuh semua rasa

rasa coklat dan vanilla saya berubah seketika menjadi basi

jika tidak akan seperti apa saya

saya hanya inginkan rasa itu kembali

kembali menjadi coklat dan vanilla

bukan pahit seperti ini

jadi?

titiktitik..

semua sudah pada tempatnya

saya dan tempat saya yang ini

dan kamu pada tempatmu yang seperti itu

kita masih sama

masih yang lalu dan belum membiru

sepertinya saya salah menempatkan

menempatkan rasa bukan pada tempatnya

tempat yang satu ini membeku

tanpa aroma dan rasa

rasa saya yang membunuh

membunuh rasa  hingga melebur

leburlah jika memang sudah tidak bermakna

buat apa?

titiktitik..

Takdir itu selalu datang dengan sendirinya, tanpa kita pesan sesuai dengan keinginan kita. Bagaimana kita menyatukan takdir dengan ikhlas dan bijaksana dan kemudian di bungkus dengan senyum indah

saya selalu percaya dan meyakini bahwa takdir itu baik hati pada saya

bukan hanya saya,

akan tetapi pada sesuatu yang berbau dengan saya

yang berbau saya itu bisa kamu..

kamu bertemu saya

itu salah satu bukti bahwa takdir itu baik

kemudian setelah bertemu kita menjadi dekat, saling bicara dan bertukar rasa

takdir itu baik bukan?

setelah itu kita punya rasa saling

saling tarik menarik yang mengakibatkan pertemuan dua rasa yang serupa

bukan main baiknya takdir

sekian lama kita diberi rasa saling itu

sampailah pada satu titik yang ini

satu titik dan ruang sama yang mempertanyakan saya dan kamu

              saya dan kamu itu apa?

              apa kita itu satu?

              apa saya dan kamu masih bisa sama sama sampai kekal?

              atau hanya sampai besak lusa atau mungkin saat ini sajakah?

              apa takdir baik selalu mengiringi perjalanan saya dan kamu?

masih ada beberapa  pertanyaan ” apa ” yang ingin saya tanyakan pada takdir

tapi sayang takdir tidak bisa berbicara

jika saya bisa bernego pada takdir,  saya akan merayu dan berkata

bahwa berbaiklah selalu pada saya

nyatanya takdir itu adalah sebuah ketentuan

yang jika terjadi ya itulah adanya

ketakutan saya pada takdir itu teramat

terlihat bukan?

 

titiktitik..

beberapa hari ini saya tidak menemukan indahmu

tega sekali kelabu terhadapmu

dengan tamaknya dia hadir sejak fajar hingga malam tiba

dan terikmu tetap tidak terlihat

saya fikir kelabu pekat akan berbaik hati

datang saat fajar hingga siang hari

dan saya berharap sore itu ada

karena buat saya sore itu aroma

aroma senja yang tak tergantikan oleh apapun

ketakutan saya pada sore seketika mencuat

saya takut sore saya akan terus di suguhkan kelabu yang berkepanjangan

saya menjadi takut tidak bisa melihat pagi beramokan terik yang memikat

saay takut jika tak ada lagi biru dan putih yang mengihias

saya takut tidak ada lagi terik siang yang menusuk

karena saya tidakbisa tanpa jingga , berkas cahaya birunya langit dan

tentunya kamu matahari

jadi ku mohon

berbaiklah pada saya kelabu

hadirkan indah saya segera

saya tunggu baikmu