Perumpamaan Pesawat Yang Hilang

siapa bisa mengira
rencana rapi bisa
berubah jadi api
terserak dari selandia
sampai hindia

tiap puing adalah harapan

Advertisements

Maafku

Kawan.
Jika kau rasa angin tak lagi kencang untuk menaikkan layang-layang mu.
Jangan kau cerca aku.
Telah kusiul berulang-ulang namun angin tak jua datang.
Kawan.
Jika kau anggap parfum tak lagi wangi untuk mengharumi ruangan ini.
Jangan kau tuding aku.
Sudah ku semprot berkali kali namun wangi tak juga tiba.

Tapi, jika kau rasa layangmu tinggi di angkasa.
Jika kau anggap ruangan ini harum.
Jangan kau puji aku.
Maafkan aku kawan.
Semoga angin dan wangi mampu menyampaikan maaf ku.

amplop

banyak kejadian di jalan yang bikin hati lemahmu menangis
hati pupuran er kondisyoner dan matras latex

hidupku terasa begitu berharga
tapi begitu tidak penting

bangku yang sepi dan peyot kucurahkan diriku padamu
berkeringat dingin
berkaus kaki longgar

menanak luka di dalam kopaja
menyelipkan perasaan a4 di dalam amplop

kucium keningmu yang lembab
sampai kita bertemu lagi

Pelajaran Melompat

berkata rostow

lepas landas

lompat lekas

tanah madu dan susu

menghujam lubang hitam

tempat uang bergelambir-gelambir

dan perempuan hamil

mencengkeram bahu

mengenyot pori-pori

maka tebaslah kaki

diam dalam kamar sendiri

yang tidak boleh disebutkan namanya

aku menunggumu datang, luka dan suka yang datang bersisian. sambil menahan tangis dan melihat sepasang mata yang menganga. menelan ketakutan dan membiarkannya merayap perlahan di tenggorokan. retak berbaris di dinding. kalau saja aku bisa membagikan dunia kepadamu dalam kantong plastik hitam kecil.

kalau saja aku bisa memanggilmu sekarang.

tomat

masih ada butiran pasir menempel di sol sepatu
kita menelan air laut
memenuhi hatiku sampai sesak
jangan sampai meledak
nanti membanjiri taman kupukupu di perut

air terjun di pemandian air panas
berubah menjadi wahana niagara
katakata terjun bebas
memenuhi mangkuk-mangkuk orang lain
dunia terhubung
todos estamos conectados

mungkin kita hanya butuh diri kita sendiri dan merasa aman dalam kebersamaan yang fana
semua cepat berlalu
boleh kupetik tomat merah yang merekah di matamu?

Gemuruh

Berjalan melewati halte demi halte, didampingi metro mini yang hampir sama sekali tidak layak beroprasi.
Angin sepoy membuat under estimate, apasih ? Kenapa harus dia ?
Muka tebel bercampur dengan ampas debu asep kopaja.
Bertujuan satu berkeyakinan seribu.

si perasa

aku tidak mendamba

seberapa jauh kau pergi?

aku akan tetap bergeming mensejajarkan arah hatiku tak padamu

bukan karena aku tak mencinta

karena aku lebih suka tidak bersamamu

kejernihan semua ini seperti bukan mata airmu

aku menciptakan sumurku sendiri

tanpa kau aku akan tetap berdiri lebih sejajar dari arah mata angin sekalipun

kita tak sama itu sebabnya aku tak memilih

aku hanya si perasa yang biasa saja.