tukat pudih

aku takut hidup susah*

 

nggak bisa ngirim anakku sekolah ke eton harrow kings postdoc di sorbonne

nggak bisa beliin dia semua app lorax yang ada di semesta ini

nggak bisa ngajak istriku bulan madu ke cunnamulla naik dodge grand caravan

nggak bisa beli jins satudio daruchizan champloo double volante oki-5157108116606342001 dari rakuten lagi

nggak bisa tamasya ke komodo naik kapal kayu jack sparrow

nggak bisa beli apartemen 1 park residence ukuran studio 54

nggak bisa bikin party sweet seventeen buat anakku di gedung arsip nasional dengan tema kapiten cina dan budak2 tante sophie

nggak bisa makan2 cantik di waytuki komalas trio rendezvous hadramout kramat tondongta marpadot echigoya

nggak bisa beli sepatu bot moto pecos dengan customized rubber soles boleh proxy dari bandanna almanac

nggak bisa beliin istriku dompet tusting x marimekko dengan bahan kulit aztec crazyhorse shell cordovan shinki muthafukka

 

tapi ya aku takut aja

sehari2nya sih aku masih asik2 naik taksi tarif sidratul muntaha ke seluruh penjuru zakarta

 

 

*frase “takut hidup susah” ini aku modif dari ucapan edo wallad dalam sebuah percakapan di fb messenger. all credit to him. terimakasih edo.

bianglala

tadi malam begadang nonton film drama iran dengan suami. sebelumnya film horor korea. dan pagi ini mengantar anak kartinian di sekolah. anakku sangat patuh selama dirias. dan selama memakai baju adat sunda penuh manik-manik, ia benar-benar berlagak seperti putri. bicara dengan suara rendah, bahkan hampir tak berbicara. berjalan dengan anggun sambil mengangkat sedikit roknya supaya tidak terselengkat. dan, entah dapat ilham dari mana, hanya melirik tidak menoleh. tapi begitu acara selesai, ia berubah lagi jadi monster kecil badung yang bikin ibunya naik darah. aku tidak suka harus bolak-balik marah untuk hal yang sama. apalagi di saat-saat aku tidak menyangka aku perlu marah. apalagi dengan hidung dan tenggorokan gatal seperti ini. sementara rumah masih berantakan karena si mbak pun gantian kena flu. aku juga tidak suka merasa bersalah, tidak, merasa akan disalahkan masyarakat yang sebagian besar tidak mengenalku karena rasanya sekarang aku ingin membanting pintu dan mengunci diri di kamar. menunggu anakku akhirnya merengek minta dimaafkan. lalu aku akan keluar, memeluknya sambil minta maaf kalau aku sudah menggunakan suara keras tapi juga menjelaskan kenapa aku sampai marah dan kenapa  ia perlu melakukan yang aku minta. lalu dia akan tersenyum dan memelukku, seperti anak koala yang menggemaskan. lalu tulisan ini kusimpan saja, tidak pernah kuperlihatkan kepada siapa-siapa. lalu nanti melelehkan air mata melihat foto-foto anakku jadi putri sunda. dan suatu hari nanti tiba-tiba menangis diam-diam saat nonton film komedi.