kempot

suatu pagi nanti aku akan mati tenggelam di tengah bunyi sirene voorijder
atau keracunan asap di tengah pertunjukkan akrobatik depan pintu metromini

tanpa asuransi jiwa

terjebak di dalam turangga-rangga yang dibuat oleh negara ini

sebelum aku sempat mengoleskan pelembap dan tabir surya di muka dan sekujur badanku
sebelum aku sempat mengiris-iris daging putih impor gendut dari korea selatan
dan menempelkannya satu demi satu di panci berisi adonan pancake-ku yang setengah matang
lalu memakannya bersamamu di meja kita yang sudah terlalu sesak
sebelum aku sempat
berbuat apapun

kota ini menyerap waktu, uang, dan energiku
aku dan dompetku kempot sebelum waktunya

vaksin

aku selalu gelisah dan parno tinggal di kota penuh asap dan kuman ini.
vaksin apalagi yang harus diinjeksi untuk antibodi supaya nggak harus berhadapan dengan rumah sakit dan dokterngepet yang hanya akan menguras tabungan buat liburan maksimal 2x setahun itupun cuman bisa naik airasia supaya golden retrieverku yang manja bulunya tetap kinclong trus bisa terus makan dog food premium biar bergizi tinggi ala body builder, bisa tinggal di apartemen-apartemenan yang bayar sewa setahunnya langsung di muka, gaya hidup nggak harus di-downgrade, dan bisa bilang he-euh kalau ada yang bilang jangan kayak orang susah deh walaupun semua pake duit sendiri nggak kayak situ yang masih bisa minta duit jajan sama mamake bapake.
semua ini kejadian terutama kalau udah tengah tahun tapi asuransi kesehatan belum kepake sepeserpun ogahrugi.com, kapanlagi aku bisa sakit-sakit dikit asal biayanya nggak lebih dari jatah maksimum posisi di kantor sebagai sekrup kapitalis bagian mana tanpa khawatir nanti yang bayar siapa yang pusing siapa dan lain-lainnya yang nggak pernah diurusin sama #negaragagal ini.