[PENTING] Akhir Proyek BuMa the 13th

Hai teman-teman,

Hari ini proyek BuMa the 13th berakhir (buat yang belum, silahkan baca post ini). Tapi tenang saja, kamu masih ada waktu untuk mengirimkan puisi tentang ketakutanmu ke blog ini sampai tengah malam nanti. Dan sebenarnya sih kamu boleh-boleh saja mengirimkan puisi ketakutan ke sini besok dan seterusnya sampai selama-lamanya kalau kamu suka, tetapi puisi yang akan dipertimbangkan untuk dijadikan kartu pos oleh teman-teman dari Card to Post hanyalah puisi yang dikirim sampai tanggal 30 April 2014. Dan karena seorang hanya bisa mengirim satu puisi satu hari, segera pilih puisi tentang ketakutan terbesarmu dan kirim hari ini juga!

Oya, tunggu pengumuman selanjutnya tentang proses pemilihan puisi dengan Card to Post dan perayaan ulang tahun BuMa ke-14, yah.

Salam,

Anya Rompas
a/n panitia proyek BuMa the 13th & ulang tahun BuMa ke-14

Advertisements

Ulang Tahun BuMa ke-14!

Selamat ulang tahun ke-14, Komunitas BungaMatahari! Buat seluruh peserta proyek puisi BuMa the 13th, silahkan dibaca ya pesan berikut ini…

Komunitas BungaMatahari

Hari ini Komunitas BungaMatahari berulang tahun ke-14. Selamat ulang tahun buat kita semua!

Dengan ini kami mengumumkan bahwa proyek BuMa the 13th yang dimulai pada ulang tahun BuMa tahun lalu akan berakhir bulan ini, tepatnya 30 April 2014.

Sebagai perayaan ulang tahun ke-14 ini, BuMa akan bekerjasama dengan Card to Post. Teman-teman dari Card to Post akan memilih sejumlah puisi yang terkumpul di proyek BuMa the 13th sampai 30 April 2014 untuk dijadikan kartu pos. Silahkan kunjungi situs mereka di sini untuk mengetahui lebih banyak tentang Card to Post. Penjelasan lebih rinci tentang bentuk kerjasama ini akan diberitakan lewat pengumuman terpisah di waktu yang berbeda. Jadi, tungguin terus yah berita dari kami.

Sekali lagi selamat ulang tahun untuk BuMa dan kita semua. Terima kasih banyak untuk semua puisi yang sudah dibagikan. Silahkan kirim terus puisimu ke BuMa the 13th sampai 30 April 2014.

View original post

Lupa

Masih muda, masih lantang, masih tegap

Dia bersuara untuk siapa saja yang dia pun tak kenal

Dia berani mati

Dia tak peduli rambutnya berantakan, bajunya tak lagi licin, keringat mengaliri lekuk tubuhnya, aroma parfumnya berganti bau asap kendaraan, wajahnya tak lagi tampan tertutupi debu

Dia menahan lapar dan haus

Kala itu dia tak peduli apapun

Dia bilang IDEALISME, NASIONALISME

Tapi itu dulu

Lalu dia lupa

Entah lupa atau takut untuk mengingat

Rambutnya tak hitam lagi, jalannya perlahan, badannya membungkuk, membisu yang tak bisu

Tak ada lagi sisa-sisa debu atau bau keringat dan asap

Dia “bersih”

Bukan lagi rakyat tapi sanak saudara, kerabat

Entah dia lupa atau takut mengingat idealisme, nasionalisme

Iman

seketika tanpa suara, kosong dan gelap

hanya hembusan angin yang menerpa lapisan terluar kulit ini

aku kalah, bukan cuma aku, kamu pun kalah

membungkam mulut yang tadinya lantang melontarkan berjuta argumen

mencari alasan-alasan tak masuk akal yang bahkan tak kita yakini

katamu, surga itu hanya milikmu

kataku, aku lah jalan kebenaran

sungguh, ini sia-sia

kita bodoh, kita tak berani

kita tak sanggup terpisah

tapi kita hanya manusia, yang seringnya lebih peduli pada apa kata manusia daripada khusyuk berdoa pada-Nya

karna syahadat kita berbeda

Titik

Jangan datang lagi

Jangan usik lagi

Cukup terhenti di titik lalu, titik kelam yang kau dan aku menikmatinya

Titik yang mulanya titik dan perlahan menjadi lingkaran dimana aku menjadi titik di dalamnya

Titik itu lebih dahsyat dari hantu

Aku sungguh tak sanggup

Ajari aku menghapus titik itu atau setidaknya bawa pergi titik itu

Menjadi Tua

Seperti apa

Menjadi tua

 

Lupa

Renta

Lalu tiada

 

Seperti apa

Menjadi tua

 

Tak tahu

Tertinggal

Tersingkir

 

Menjadi muda

Sudah dijalani

Menjadi tua

Adalah misteri

 

Ditakuti

 

Karena tak tahu apa-apa

Tentang menjadi tua