yuk, jangan ngomongin hujan lagi (ver.2)

jangan salahkan dia lagi karena hantu masa silam yang kembali

kalian yang hujat hujan
hujan hujat
hujan hujan hujat hujat
hujan-hujanan
hujat-hujatan

jangan salahkan dia
gimana mungkin dia bisa tabah
merahasiakan rintik rindu
apalagi hujan bisa bijak

kalian yang hujat hujan
hujan hujat
hujan hujan hujat hujat
hujan-hujanan
hujat-hujatan

kenapa?
karena hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer
menjadi butir air
yang cukup berat untuk jatuh di daratan harapan
atau lautan putus asa

jangan salahkan dia lagi karena telah buyarkan anganmu
tentang …
sesuatu

jangan salahkan dia
mana mungkin hujan pulihkan luka
apalagi mengoyak damai

hujan?
kalian!

hujan?
salah kalian!

hujan?
kali
yang

hujan?
kalian semua yang bikin dia jadi dingin dan muram begini

1703 11082013

http://wp.me/phN4M-ah

Advertisements

pelangi

apa yang terjadi ketika waktu memusuhimu?
mungkin sudah saatnya belajar menerima dan merelakan.

menjadi dewasa menyakitkan.
mengapa kita tak bisa menggantung selamanya di atas pelangi yang hanya muncul sementara?

kita dulu leprechaun.
tanpa perasaan.
sibuk mengumpulkan koin-koin cokelat emas dalam enam mangkuk berisi bunga-bunga bakung putih.
kanak-kanak abadi.

di pelangi tak ada kisah tentang cinta terlarang,
tentang mimpi buruk yang terlalu nyata,
tentang sepuluh pedang menusuk di punggung,
tentang menara yang terbelah,
dan kematian.

kamu adalah hujan sehari setelah panas bertahun-tahun.
mencari orang sepertimu melelahkan.
aku cuma ingin duduk-duduk di sini saja bersamamu seperti biasa.
dengan perasaan yang juga biasa-biasa saja.

payung

aku bisa menjadi payung bungabunga untukmu
ketika hujan terlalu deras dan membasahi matamu
akan kuseka diamdiam
karena kenyataan mungkin hanya akan membebanimu lagi
aku bisa menjadi tokoh dalam buku dongeng kita selamanya
supaya percakapanpercakapan eskrim, stik keju kering, dan susu cokelat yang pernah kita punya abadi
aku bisa selalu jadi malaikatyanglucudanmenyenangkan untukmu
jika itu saja sudah cukup
aku bisa membiarkanmu pergi dan mencari ketenangan dalam hidup
karena sekarang kamu akhirnya mengerti apa artinya

dan hanya padamu
aku bisa cukup kuat
mencintai
tanpa pamrih
dan menunggu
meski mungkin kamu tak akan lagi kembali

pancaroba

jakarta pada musim pancaroba
adalah neraka saat hujan mulai turun bertepatan dengan pantat yang menempel di jok taksi tarif istimewa yang nggak juga lebih empuk dari taksi tarif semenjana, kursi kerjaku di kantor, atau sofa sewaan di rusunami
tapi apa artinya argometer, jok keras, dan kemacetan yang tak akan pernah terurai kalau masih bisa sampai tepat waktu pada nyawa yang belum melayang
meskipun aku nggak tahu juga mau ngapain kalau kesadaran sudah perlahan menghilang
apa artinya kesesakan jiwa kalau jantung belum benar-benar bengkak dan paru-paru banjir

ibuku suruh aku berdoa minta tolong pada tuhan, aku malah buat puisi

Hujan, Kabut, dan Kota yang Jauh

di jalan ini, kabut turun perlahan
seperti kata-kata yang menanti dituliskan
menyusup tiba-tiba, lalu lenyap begitu saja

di kelokan ini, gerimis jadi hujan
seperti nyanyian seorang biduan
mendayu, melengking, nyaring

sepanjang jalan ini, jarak terbentang
seperti kesepian yang terlalu dalam
menikam, menyayat-sayat

lalu kita menjelma pejalan
takut dan ragu adalah teman
namun kerlip lampu di kota yang jauh adalah tujuan