negara ini tak pernah merdeka

berangkat kantor lebih pagi demi datang tepat waktu dari kalibata via pancoran itu
rasanya lengket, debuan, dan nggak laku
nggak laku karena belum ada angkot sesuai jurusan, mendadak ganti jadwal seenak udel, atau udah penuh manusia-manusia dengan perjuangannya masing-masing yang entah melawan apa atau siapa
tapi perjuangan lo belum kelar sebelum loncat ke dalam salah satu kaleng sarden itu yang rasanya alhamduile ya sesuatu yang lalu segera berubah jadi penyesalan kenapa sih mau naik ke atas tong setan diputerputer trus dibakar sepanjang perjalanan
plus asap knalpot di sebelah kiri, minyak nyongnyong the ultimate masteng di sebelah kanan, dan di depan-belakang pantat gede ibuk-ibuk yang kayak anak esema tukang gencet ngajakin psy war
begitu sampe kantor udah capek mental dan fisik, layu dan benyek bagai sayur asem, yang bikin aturan belum duduk manis di kotak kacanya
mungkin salah setel alarm atau paginya terlalu tenang karena kan sants ajaaa gw punya mobil dan supir kantor yang bisa jadi milik pribadi
belum sempat sarapan masih juga harus email war sama penjajah geek gendut plintat-plintut dari asia timur karena everything has to be recorded for my own sake!

apa yang bagus dari penjajahan berkedok penjara leprechaun di ujung pelangi?

sampai kapanpun nggak ada yang bisa dimaafkan atau dimaklumi dari penindasan apalagi kalau alasan paling mendasar yang bisa lo keluarkan untuk mendebat cuma “…but i’ve seen the good of them”,
padahal yang mereka lakukan hanya ngasih lo tumbler imut dan traktir segelas kopi-kopian di starbuxxx itupun sambil curhat soal kehidupan rumah tangganya yang berantakan di negara asalnya yang cuman bisa jual mimpi jual tampang! itu juga palsu

kopi gratisan penuh krim dan gula itu nothing dibanding harga diri