the art of natural dy(e)ing

aku bermimpi anjingku tidur di dalam kulkas/
bersama hatiku yang kempes dan mati rasa kemana lagi aku harus berlari/
hanya lagumu yang membuatku bertahan tiap pagi/
menghitung helaian uban dari rambutnya yang gondrong nanggung/
di kota tua yang penuh sesak berselimutkan kain sulam warnawarni//

»puisi tanka updated version – versi lamanya pernah dibacain di #BunKat #TheActOfGiting 31.03.13«
»judul adalah plesetan dari billboard “the art of dyeing” yang kata-katanya menempel di kepala waktu jalan-jalan sendirian sambil terseok-seok kedinginan di insa-dong, seoul, desember 2012«

Advertisements

pancaroba

jakarta pada musim pancaroba
adalah neraka saat hujan mulai turun bertepatan dengan pantat yang menempel di jok taksi tarif istimewa yang nggak juga lebih empuk dari taksi tarif semenjana, kursi kerjaku di kantor, atau sofa sewaan di rusunami
tapi apa artinya argometer, jok keras, dan kemacetan yang tak akan pernah terurai kalau masih bisa sampai tepat waktu pada nyawa yang belum melayang
meskipun aku nggak tahu juga mau ngapain kalau kesadaran sudah perlahan menghilang
apa artinya kesesakan jiwa kalau jantung belum benar-benar bengkak dan paru-paru banjir

ibuku suruh aku berdoa minta tolong pada tuhan, aku malah buat puisi

mantengin layar

16 dari 24 jam hari ini kuhabiskan maraton memandangi layar. layar laptop, layar handphone, kembali ke laptop, kembali ke handphone, pindah ke layar TV sejenak (untuk mengintip apakah episode FTV SCTV kali ini menarik), makan, mandi, gegoleran, kembali ke layar laptop bergantian dengan layar handphone sambil mengintip layar TV, lalu kembali ke laptop sambil gegoleran mencari torrent episode terkini reality show(s) kesukaan supaya bisa disedot gan saat kutinggal tidur nanti.

kemarin begini, besok begini, lusa ya mbuh.

bisa stroke lama-lama.

habis… apalagi yang bisa dilakukan seorang pengangguran #kelasmenengahngehek dengan nominal di rekening yang tipis tiris tengkurep nyaris menembus titik keseimbangan angka nol. cuma bisa taktis dan strategis. setengah kubelikan pulsa internet yang puji tuhan alhamdulillah lagi gak ngocol bulan ini supaya aku tetap punya ilusi dunia ini baik-baik saja, semuanya baik-baik saja. setengah lagi kupirit-pirit yang nanti akan kupakai seiprit-seiprit untuk menunaikan ibadah pergaulan anak jakarta. oh, beratnya #bebanpencitraan!

bah! aku tak tahu siapa yang lebih ngehek. aku. atau kota busuk ini.

sebentar. aku makan dulu indomie telor rebusku. saat ini cukup rasanya jika hanya perutku yang bahagia.

kempot

suatu pagi nanti aku akan mati tenggelam di tengah bunyi sirene voorijder
atau keracunan asap di tengah pertunjukkan akrobatik depan pintu metromini

tanpa asuransi jiwa

terjebak di dalam turangga-rangga yang dibuat oleh negara ini

sebelum aku sempat mengoleskan pelembap dan tabir surya di muka dan sekujur badanku
sebelum aku sempat mengiris-iris daging putih impor gendut dari korea selatan
dan menempelkannya satu demi satu di panci berisi adonan pancake-ku yang setengah matang
lalu memakannya bersamamu di meja kita yang sudah terlalu sesak
sebelum aku sempat
berbuat apapun

kota ini menyerap waktu, uang, dan energiku
aku dan dompetku kempot sebelum waktunya

Hujan, Kabut, dan Kota yang Jauh

di jalan ini, kabut turun perlahan
seperti kata-kata yang menanti dituliskan
menyusup tiba-tiba, lalu lenyap begitu saja

di kelokan ini, gerimis jadi hujan
seperti nyanyian seorang biduan
mendayu, melengking, nyaring

sepanjang jalan ini, jarak terbentang
seperti kesepian yang terlalu dalam
menikam, menyayat-sayat

lalu kita menjelma pejalan
takut dan ragu adalah teman
namun kerlip lampu di kota yang jauh adalah tujuan

vaksin

aku selalu gelisah dan parno tinggal di kota penuh asap dan kuman ini.
vaksin apalagi yang harus diinjeksi untuk antibodi supaya nggak harus berhadapan dengan rumah sakit dan dokterngepet yang hanya akan menguras tabungan buat liburan maksimal 2x setahun itupun cuman bisa naik airasia supaya golden retrieverku yang manja bulunya tetap kinclong trus bisa terus makan dog food premium biar bergizi tinggi ala body builder, bisa tinggal di apartemen-apartemenan yang bayar sewa setahunnya langsung di muka, gaya hidup nggak harus di-downgrade, dan bisa bilang he-euh kalau ada yang bilang jangan kayak orang susah deh walaupun semua pake duit sendiri nggak kayak situ yang masih bisa minta duit jajan sama mamake bapake.
semua ini kejadian terutama kalau udah tengah tahun tapi asuransi kesehatan belum kepake sepeserpun ogahrugi.com, kapanlagi aku bisa sakit-sakit dikit asal biayanya nggak lebih dari jatah maksimum posisi di kantor sebagai sekrup kapitalis bagian mana tanpa khawatir nanti yang bayar siapa yang pusing siapa dan lain-lainnya yang nggak pernah diurusin sama #negaragagal ini.

akubukandiadiadiaataudia

aku bukan dia

dia

dia

atau dia

 

hatiku yang renta

(tak) mampu lagi retak

dan pecah

 

sisanya sedikit

sehalus bubuk

serupa merica

 

setiap kukumpulkan

sebagian (ingin) terbang

bersama angin

 

terlupakan

 

menuju tempat yang lebih baik

 

sampai kapanpun aku

belajar berpurapura

 

aku hanya bisa

menjadi aku saja

wasabi

tak ada hal terlalu buruk yang tidak bisa disembuhkan oleh sepiring indomie goreng hangat

aku makan indomie goreng dengan wasabi

makan apapun dengan wasabi

seenaksenaknya segala hal

ditunggu ataupun tidak

selalu ada sensasi tak nyaman

merambati hidung

mengikis nafasmu

dan air mata menggenang siap meleleh

 

sayangnya wasabi kadang susah dicari

sebelum kisahku tamat.

adieu

yang hilang dan dirampas

tergantung

di balik pintu tertutup rapat

 

tak bersisa untuk dirindukan

dan

(mungkin)

dikenang

 

akan adil kalau kamu tahu

(belakangan)

kata mereka

 

c

o

n

d

e

s

c

e

n

d

i

n

g

 

tak ada yang bertahan selamanya

mungkin seharusnya begitu

 

sayang

kita memang tak bisa

(berusaha)

memenangkan segalanya

 

waktunya habis

 

adieu