pulang

batubatu bulat menyala dalam gelap
kupunguti satu per satu dalam perjalanan pulang
kusimpan rapi di dalam saputangan

b
e

r h

a

m

b

u r

a
n

saat akhirnya menemukanmu dan melihat katakata

»
a ku s ud a h l e l a h
a k u h a ny a in g in me n c a ri y an g s e p er t i

m

u

«

terbang di udara.

pada akhirnya

pada akhirnya
aku akan selalu kembali padamu
karena kamu adalah candu
yang akan membuatku selalu ketagihan
tanpa melayang-layang di udara
dan berpijak tanpa merasa terkekang

pada akhirnya
aku akan selalu kembali padamu
karena sekusut apapun benang yang sudah sembarang kusimpulkan
kamu akan selalu menguntainya kembali dengan cara paling sederhana yang pernah kulihat

pada akhirnya
aku akan selalu kembali padamu
karena menyadarkan betapa lelahnya diriku berputar-putar
di dalam labirin yang kubangun sendiri
dan bahwa aku tak butuh semua instrumen penunjang adrenalin itu

bahwa ternyata
aku sudah mencintaimu dengan sangat sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu*

*) dua bait terakhir diambil dari puisi “Aku Ingin” (Sapardi Djoko Damono)

puisi ini ditulis pada tanggal 12 Juli 2009 dengan kebahagiaan campur takut
dan ketika dibaca kembali 4 tahun kemudian kebahagiaan dan rasa takut yang timbul menjadi empat kali lipatnya