with you and the ice cream

waktu pernah berhenti di sana bersamamu dan percakapan-percakapan es krim
aku selalu ingin memasukkan udara dalam kotak dan menyimpannya di bawah ranjang
selamanya
namun mangkuknya hanya delapan dan waktu tiba-tiba berlari

aku mendekap hati-hati bulu-bulu babi di dada
tapi mereka terguncang dan pecah berserakan dalam perjalanan
serpihannya menetap di sana

aku ingin menggantung selamanya
pada lengan kemejamu dalam kesunyian
pelukan-pelukan canggung
tangan kananku yang mengusap punggungmu
tembok menjulang

suatu saat nanti aku akan mengenang
matamu yang tersenyum lembut di balik kue yang meleleh
mentega meadow lea yang mendidih pada panci teflon
menetes
di atas punggung kaki
pesta ulang tahun yang abadi di dalam lensa cembung
warna-warni confetti
dirimu dengan sweater kebesaran ayah
memandangiku tertidur dari sudut ruangan
meminta ijin untuk menampung orang lain dalam perahu
enam bilah pedang menancap di dasarnya

aku akhirnya pulang
tapi di rumah tak ada siapa-siapa

bianglala

tadi malam begadang nonton film drama iran dengan suami. sebelumnya film horor korea. dan pagi ini mengantar anak kartinian di sekolah. anakku sangat patuh selama dirias. dan selama memakai baju adat sunda penuh manik-manik, ia benar-benar berlagak seperti putri. bicara dengan suara rendah, bahkan hampir tak berbicara. berjalan dengan anggun sambil mengangkat sedikit roknya supaya tidak terselengkat. dan, entah dapat ilham dari mana, hanya melirik tidak menoleh. tapi begitu acara selesai, ia berubah lagi jadi monster kecil badung yang bikin ibunya naik darah. aku tidak suka harus bolak-balik marah untuk hal yang sama. apalagi di saat-saat aku tidak menyangka aku perlu marah. apalagi dengan hidung dan tenggorokan gatal seperti ini. sementara rumah masih berantakan karena si mbak pun gantian kena flu. aku juga tidak suka merasa bersalah, tidak, merasa akan disalahkan masyarakat yang sebagian besar tidak mengenalku karena rasanya sekarang aku ingin membanting pintu dan mengunci diri di kamar. menunggu anakku akhirnya merengek minta dimaafkan. lalu aku akan keluar, memeluknya sambil minta maaf kalau aku sudah menggunakan suara keras tapi juga menjelaskan kenapa aku sampai marah dan kenapa  ia perlu melakukan yang aku minta. lalu dia akan tersenyum dan memelukku, seperti anak koala yang menggemaskan. lalu tulisan ini kusimpan saja, tidak pernah kuperlihatkan kepada siapa-siapa. lalu nanti melelehkan air mata melihat foto-foto anakku jadi putri sunda. dan suatu hari nanti tiba-tiba menangis diam-diam saat nonton film komedi.