The ‘Talk’

Seharusnya ‘bicara’ itu adalah hal yang paling mudah…

Seharusnya ‘bicara’ itu hal yang terjadi secara natural (sebagai manusia)…

Seharusnya ‘bicara’ itu hal yang mengasyikkan (sebagai mahluk sosial)…

Seharusnya ‘bicara’ itu hal yang romantis (jika kamu seorang pujangga)

Tapi kenapa setiap kali ada orang yang mengeluarkan kata ‘Bicara’ ke gua, yang terpikirkan adalah…takut, negatif, putus dan kekecewaan? 

 

 

Hmm..”Sepertinya kita perlu bicara” 

Advertisements

mal! dor! rawr!

apakah lautreamont merasa takut

waktu angsa yang ia telan, berubah jadi naga berkusta di perutnya yang tambun?

 

apakah rimbaud merasa takut

waktu sepatu larsnya pecah berkeping-keping menjadi batu-batu candi di dataran magelang?

 

apakah pram merasa takut

waktu membabat semak-semak buru yang menyembunyikan ular dan kekuasaan?

 

apakah wiji thukul merasa takut

waktu ia berusaha diam seribu bahasa di sebuah kamar kosan di karawaci sementara kepalanya penuh dengan puisi yang lantang?

 

apakah chairil merasa takut

waktu meminjam sepeda batavus untuk membonceng tuti yang berdada semoxxx ke kedai es krim artic?

 

apakah toeti heraty merasa takut

waktu check-in bersama new york cab driver yang membawanya ke sebuah motel yang kamar mandinya tak berpintu?

 

apakah puisi takut

waktu aku meminjam kisah-kisah orang yang tak kukenal untuk mengelabui diriku sendiri?

akubukandiadiadiaataudia

aku bukan dia

dia

dia

atau dia

 

hatiku yang renta

(tak) mampu lagi retak

dan pecah

 

sisanya sedikit

sehalus bubuk

serupa merica

 

setiap kukumpulkan

sebagian (ingin) terbang

bersama angin

 

terlupakan

 

menuju tempat yang lebih baik

 

sampai kapanpun aku

belajar berpurapura

 

aku hanya bisa

menjadi aku saja

wasabi

tak ada hal terlalu buruk yang tidak bisa disembuhkan oleh sepiring indomie goreng hangat

aku makan indomie goreng dengan wasabi

makan apapun dengan wasabi

seenaksenaknya segala hal

ditunggu ataupun tidak

selalu ada sensasi tak nyaman

merambati hidung

mengikis nafasmu

dan air mata menggenang siap meleleh

 

sayangnya wasabi kadang susah dicari

sebelum kisahku tamat.

adieu

yang hilang dan dirampas

tergantung

di balik pintu tertutup rapat

 

tak bersisa untuk dirindukan

dan

(mungkin)

dikenang

 

akan adil kalau kamu tahu

(belakangan)

kata mereka

 

c

o

n

d

e

s

c

e

n

d

i

n

g

 

tak ada yang bertahan selamanya

mungkin seharusnya begitu

 

sayang

kita memang tak bisa

(berusaha)

memenangkan segalanya

 

waktunya habis

 

adieu

pestapecutpengecut

siklus enam tahunanmu

kerap menjelma pesta

dan aku tak pernah diundang

 

cukup datang setelahnya

membersihkan kekacauan

 

saat kamu takut

kamu menjelma menjadi pengecut

 

tidak mengatakan yang sebenarnya

 

dan selalu memilih

menusuk punggungku

aku ingin keluarkan aku dari puisiku

seperti Banner benci Hulk.

was-was kalau aku akan makin besar dan menetap jadi aku.

apakah aku harus selalu jadi aku?

(sebarisan aku keluar dari kepala)

aku dari masa lalu, masa kini, masa depan dan masa gitu?

aku melihat aku di mana-mana. tanpa harus bercermin.

dunia ini sesak dengan aku.

aku ingin keluarkan aku dari puisiku.

tapi yang tersisa cuma aku.