kopi seduhan dan teman gunjingan

satu – dua – tiga – empat

lima – enam – tujuh – delapan
sembilan – sepuluh – sebelas – dua belas
tiga belas

tiga belas burung gereja hinggap sore itu
di kabel listrik
atau kabel telepon?
hanya tuhan dan supir bajaj yang tahu

 

kopi seduhan dan teman gunjingan
adalah sahabat setia.
selalu
untuk selamanya

sore itu, bibir merahmu merekah seraya berkata,
“gudang ini akan dipenuhi oleh matahari-matahari yang tak tahu arahnya sendiri”

aku langsung berdoa,
“tuhan kirimkanlah aku, kekasih yang baik hati”
ah. mana ada kekasih baik hati di musim gaoul gini keleuus.

aku kembali berdoa,
“tuhan kirimkanlah aku, mobil super kencang, jadi kita bisa terbang”

“dan selembar tiket,
ke mana, terserah aku”

“duaaaarrr!”
meja sebelah meledak, menekankan klimaks cerita

“duaaarrrrrrr!”
ledakan di kejauhan membahana

 

satu – dua – tiga – empat
lima – enam – tujuh – delapan
sembilan – sepuluh

sepuluh burung gereja hinggap sore itu

dua telah terbang pergi tinggi,
naik mobil super kencang

seekor burung gereja terkapar mati
bunuh diri
mendengar gunjingan sore ini

1750 11152013

http://gedongproject.wordpress.com/